Menjawab Fitnah Allah Tidak Maha Tahu

Para penghujat Islam sering mempermasalahkan ayat ini:

‎[50:30] (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh ?" Dia menjawab : " Masih ada tambahan ?"
--
allah tidak maha tau, pake nanya2. sudah penuh atau belum.
atau muhammad kah yg mendongeng biar kelihatan seru ??

Tanggapan Saya:

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

"(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: `Apakah kamu sudah penuh` Dia menjawab: `Masih adakah tambahan`"(QS.Qaaf:30)

Dan berilah peringatan kepada kaummu pada hari Allah akan berfirman kepada Jahanam, "Apakah kamu sudah penuh?" Dia menjawab "Belum, boleh ditambah lagi".


Ayat 30 ini menunjukkan betapa lebar dan dalamnya neraka Jahanam itu. Dilemparkan ke dalamnya jin dan manusia sekelompok demi sekelompok penuh sesak dan tidak menerima tambahan lagi.
Percakapan dan tanya jawab ini dikemukakan secara tamsil agar lebih mudah ditanggapi dan supaya lebih jelas gambaran peristiwanya.

Ibnu `Abbas dalam menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT telah bersumpah dalam ayat:

لمن تبعك منهم لأملئن جهنم منكم أجمعين

Artinya:

Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahanam dengan kamu semuanya.
(Q.S. Al-A'raf: 18)


يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ امْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ

(Pada hari) lafal ini dinashabkan oleh lafal Zhallaamin (Kami bertanya) dapat dibaca Naquulu atau Yaquulu, kalau dibaca Yaquulu artinya, Allah bertanya (kepada neraka Jahanam, "Apakah kamu sudah penuh?") kata tanya di sini dimaksud mengecek ancaman-Nya yang menyatakan akan memenuhinya. (Dan dia menjawab, "Masih adakah tambahan?") maksudnya, kami tidak memuat melainkan hanya apa yang telah Engkau penuhkan kepada kami. Artinya kami telah penuh.

Alqur’an adalah kitab dengan bahasa yang indah, didalamnya terdapat gaya bahasa majaz yang tidak dimiliki oleh kitab lain. Surat Qaaf  menceritakan tentang neraka dan penghuninya dimaksudkan untuk mempertegas ancaman dan memperjelas betapa pedihnya siksa neraka bagi penghuninya serta betapa luasnya neraka tersebut.

Yauma naqulu lijahannama halimtala ti wa naqu:lu hal min mazi:d

"(Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada jahannam: `Apakah kamu sudah penuh` Dia menjawab: `Masih adakah tambahan`"
(QS.Qaaf:30)

Ketika Allah bertanya kepada neraka jahannam apakah ia sudah penuh, maka jahannam itu justru mengatakan masih adakah tambahan. Hal ini menunjukkan bahwa berapapun jumlah orang kafir dan pendosa yang masuk dalam neraka, neraka masih tetap muat untuk menampungnya.

Gaya bahasa dalam ayat ini adalah personifikasi. Neraka jahannam mampu berkata-kata sebagaimana manusia berkata-kata.Gaya bahasa ini dipergunakan untuk menampilkan ancaman bagi orang-orang kafir secara lebih menyeramkan.


Estetika bunyi dalam kelompok ayat-ayat tentang neraka dan penghuninya juga didominasi oleh sajak akhir dan wazan yang bervariasi secara teratur sehingga seperti bunyi melodi nan indah. Di samping itu, beberapa kelompok ayat ini berakhiran huruf qalqalah yang berat diucapkan  (huruf dal) yang mendukung makna ayat, yaitu pedihnya siksa neraka.


JADI PERTANYAAN ALLAH KEPADA NERAKA APAKAH SUDAH PENUH ATAU TIDAK BUKANLAH MENUNJUKAN BAHWA ALLAH TIDAK MAHA TAHU. AKAN TETAPI SUATU PENEGASAN DALAM DIALOG DENGAN MAJAS PERSONIFIKASI DIMANA NERAKA SEOLAH DAPAT BERBICARA MENGATAKAN BAHWA DIA BELUM PENUH, TUJUANNYA ADALAH UNTUK MEMPERTEGAS ANCAMAN TERHADAP PARA PENDOSA TENTANG BETAPA LUASNYA NERAKA.

Lagipula terlalu sempit pikiran anda jika menganggap setiap orang yang bertanya itu berarti sudah pasti tidak tahu, apa anda tidak pernah mendengar orang bertanya untuk mengetes lawan bicara atau untuk sengaja untuk memulai suatu diskusi? Makanya turun gunung dunk, jangan cuma tinggal di hutan biar pikiran tidak seperti katak dalam tempurung 


Jika orang-orang membaca dan memahami ayat ini dengan baik maka akan berpikir berkali-kali untuk melakukan dosa. Itukah sempurnanya Islam umatnya diajarkan untuk tidak seenaknya menjadi pendosa, berbeda dengan ajaran agama anda Tuhan pake acara turun ke bumi untuk menebus dosa. Makanya umatnya pada doyan maksiat, kan enak melakukan apa saja, ga bakalan masuk neraka, tiket masuk surga sudah ditebus pake nyawa Yesus.

================================================================


MENGENAI TUHAN YG TIDAK MAHA TAHU, SEHARUSNYA ANDA BERCERMIN PADA ALKITAB ANDA TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMVONIS.

Tuhan andalah yg TIDAK MAHA TAHU:


YESUS TIDAK TAHU KAPAN KIAMAT:



Markus 13:32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."


Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."

Kok bisa Yesus tidak tahu? malah ada Tuhan lain yg Tahu (Bapa), ketauan deh tuh Yesus bukan Tuhan



YESUS TIDAK TAHU KAPAN POHON ARA BERBUAH:



Matius
21:18. Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar.
21:19 Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

Tuh tuhan kok ga tau pohon berbuah apa tidak? www.aneh.com

Pake acara ngambek pula, marah2 sama pohon sampe dikutuk segala (setau saya sih yg biasa marah2 sama pohon tuh orang gila, eits.... saya tidak menghujat loh, yg menceritakan Yesus kayak gitu adalah alkitab bukan saya, Nabi Isa di Alqur'an tidak pernah diceritakan sebodoh itu).

Emang tuh pohon salah apa?
mungkin klo tuh pohon bisa ngomong, dia bakalan bilang:
"Enak aja, elonya yg bego kok gw yg dikutuk"


TUHAN MAIN PETAK UMPET DENGAN ADAM DAN HAWA

Tuhan anda ga tahu dimana Adam dan Hawa bersembunyi di Surga, akhirnya main petak umpet deh:

Kejadian

3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
3:10 Ia menjawab, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

(Tuhan berpatroli lalu Adam dan Hawa bersembunyi?)
Tuhan terlalu berisik saat melangkah ditaman (kira2 kakinya ukuran berapa ??)

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan

1 Response to "Menjawab Fitnah Allah Tidak Maha Tahu"

  1. warnet numpang1 Juni 2012 21.43

    Bener bos dalam pemahaman manusia yang terbatas, saya atau anda tidak akan bisa membayangkan jumlah manusia yang sejak nabi adam hingga sekarang jika dipertemukan dalam padang masyar. Bagaimana bisa kita membayangkan luasnya neraka jika Allah SWT tidak mengunakan kalimat [50:30] (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya
    kepada jahannam : "Apakah kamu sudah penuh ?" Dia menjawab : " Masih
    ada tambahan ?"
    Karena bahasa Allah Yang Maha Tinggi dan Indah tersebutlah yang mampu membuat hambanya berfikir dan membayangkan sendiri ukuran dari neraka.

    Coba saja buat satu ayat untuk mengalah ayat tersebut. yang menyatakan luasnya neraka. Pasti pusing sendiri. Contoh :Yang ukurannya cukup untuk 129.536.657.bla..bla manusia.....atau yang seluas andai bla...bla...
    Mau bagaimana juga, jika dipaksakan akan terbatas oleh akal manusia. Itulah hebatnya Al Quran... Allahu Akbar....
    .

    BalasHapus