Minggu, 08 Januari 2012

ISLAM DAN PERBUDAKAN


BY: archa (swaramuslim)

Kalau diamati ayat-ayat Al-Qur’an, tidak ada suatu ajaran yang menyatakan dengan tegas : “hapuskan perbudakan..!!” atau “diharamkan memperbudak manusia..!!” atau “laknat Allah bagi orang yang telah memperbudak orang lain..!!”, bahkan dalam riwayat, jelas dikhabarkan Rasulullah juga mempunyai budak, laki-laki dan perempuan..

Apabila Al-Qur’an berbicara tentang budak, maka itu bukan menyangkut soal SISTEM, tapi lebih bernuansa MENTALITAS. Apabila dalam diri manusia ada suatu persepsi ‘bisa memperlakukan orang lain semau kita dengan membayar sejumlah uang atau harta’ maka itu namanya PERBUDAKAN, terlepas apapun sistem yang diterapkan. Jaman dulu aturannya lebih nyata, jelas-jelas ada transaksi yang memperjual-belikan manusia, sekarang sistem sudah berubah bentuk, misalnya : perjanjian kontrak kerja antara perusahaan dengan karyawan, majikan dengan pembantu, itu juga bisa berdimensi perbudakan.

Bahkan di dunia wanita sekarang ada perkembangan yang merupakan paradoks, kebebasan yang melahirkan perbudakan. Kita tahu bahwa sekarang ini kaum wanita telah banyak mengalami kebebasan dan kemerdekaan. Bisa memutuskan apa yang diinginkannya, tanpa hambatan. Namun kebebasan itu malah menjerumuskan, baik secara sadar maupun tidak, wanita kedalam praktek perbudakan. Bulan yang lalu seorang teman mengajak saya ke JHCC untuk melihat pameran Otomotif. Saya yang sudah memperoleh informasi sebelumnya serta-merta menolak dengan alasan nggak punya waktu. Saya tahu bahwa dalam pameran itu bertebaran gadis-gadis remaja cantik dan sexy, memakai pakaian ‘seadanya’, sanggup menggoyahkan sahwat laki-laki sekuat apapun, jumlahnya malah lebih banyak dibandingkan mobil yang dipamerkan. Sebagai seorang laki-laki, saya merasa tidak sanggup mendatangi tempat tersebut tanpa pulang dengan pikiran bersih? Saya bertanya kepada teman tersebut : “Apa sih..hubungannya mobil dan wanita-wanita itu?”, sambil nyengir teman saya menjawab : “Lha.. khan sama-sama enak buat dikendarai..”

Disadari atau tidak, kebebasan yang sudah dimiliki oleh kaum wanita, malah menjerumuskan mereka ke dalam perbudakan…

Abraham Lincoln 1 Januari 1863, mengumumkan secara resmi pembebasan perbudakan. November tahun yang sama, dalam pidatonya menyinggung politik “Milik Rakyat, diatur rakyat, dan dinikmati rakyat”. Yang dihapus oleh Abe Lincoln adalah SISTEM perbudakan, bukan MENTALITAS Perbudakan. Apakah saat ini Amerika Serikat sudah bebas dari tindakan perbudakan..??, mentalitas perbudakan masih hidup dalam masyarakat Amerika, berubah wujud dalam dunia politik, bisnis, sosial, dll

1600 tahun yang lalu, seorang laki-laki buta huruf yang hidup digurun pasir Arab menyampaikan ajaran bagaimana memperlakukan budak :

221. Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu?min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. (Al Baqarah)

3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (An Nisaa)

25. Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An Nisaa)

71. Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari ni’mat Allah ? (An Nahl)

33. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu) (An Nuur)

58. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(An Nuur)

Disamping itu terdapat puluhan ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk ‘memerdekakan budak’ sebagai simbol dari kemerdekaan mentalitas, dan itu dihitung sebagai pahala yang besar disisi Allah.

Ibarat ada sebuah mesin yang mengalami kebocoran dalam suatu pabrik, dan olinya tumpah mengotori lantai. Abe Lincoln adalah seorang yang rajin, setiap hari membersihkan lantai yang kotor tersebut, namun ajaran Islam menyatakan : “Tutup dan perbaiki mesin yang bocor..”, itu suatu solusi yang sangat cerdas, datang dari ‘manusia gurun yang buta huruf’, entah dari mana Nabi Muhammad SAW mendapat inspirasi….


http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3823_0_15_0_M



Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar